Secara etimologi pemimpin berasal dari kata dasar “pimpin” (lead) berarti bimbing atau tuntun, dengan begitu di dalam terdapat dua pihak yaitu yang dipimpin (rakyat) dan yang memimpin (imam). Setelah ditambah awalan “pe”menjadi “pemimpin” (leader) berarti orang yang mempengaruhi pihak lain melalui proses kewibawaan komunikasi sehingga orang lain tersebut bertindak sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. Setelah ditambah akhiran “an” menjadi “pemimpinan” artinya orang yang mengepalai. Apabila dilengkapi dengan awalan “ke” menjadi “kepemimpinan” (leadership) berarti kemampuan dan kepribadian seseorang dalam mempengaruhi serta membujuk pihak lain agar melakukan tindakan pencapaian tujuan bersama, sehingga dengan demikian yang bersangkutan menjadi awal struktur dan pusat proses kelompok. Pemimpin dalam bahasa inggris disebut Leader dan dalam bahasa arab disebut Zi’amah atau Imamah. Dalam terminologi yang dikemukakan oleh Marifield dan Hamzah Pemimpin adalah menyangkut dalam menstimulasi, memobilisasi, mengarahkan, mengkoordinasi motif-motif dan kesetiaan orang-orang yang terlibat dalam usaha bersama. Berikut pengertian menurut para ahli antara lain :
- Stephen Robbins, misalnya mendefinisikan kepemimpinan sebagai "the ability to influence a group toward the achievement of goals" yang berarti Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok guna mencapai serangkaian tujuan.
- Christopher F. Achua, 2010:6, Kepemimpinan juga dimaknai sebagai proses mempengaruhi tidak hanya dari pemimpin kepada pengikut atau satu arah melainkan timbal balik atau dua arah. Pengikut yang baik juga dapat saja memunculkan kepemimpinan dengan mengikuti kepemimpinan yang ada dan pada derajat tertentu memberikan umpan balik kepada pemimpin. Pengaruh adalah proses pemimpin mengkomunikasikan gagasan, memperoleh penerimaan atas gagasan, dan memotivasi pengikut untuk mendukung serta melaksanakan.
- Gary Yukl 2009:26, Kepemimpinan bisa diartikan sebagai sebuah proses untuk mempengaruhi orang lain agar mampu memahami serta menyetujui apa yang harus dilakukan sekaligus bagaimana melakukannya, termasuk pula proses memfasilitasi upaya individu atau kelompok dalam memenuhi tujuan bersama.
- Weschler dan Massarik 1961,Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kepribadian beberapa orang yang dilaksanakan dalam keadaan tertentu dan memiliki tujuan yang sama.
- Menurut Wahjosumidjo, kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi perilaku orang lain untuk berpikir dan berperilaku dalam rangka perumusan dan pencapaian tujuan organisasi di dalam situasi tertentu.
- Sondang P. Siagan, Kepemimpinan bisa diartikan sebagai sebuah kemampuan yang dimiliki seseorang. Kemampuan tersebut ada ketika menjabat sebagai seorang pemimpin di dalam organisasi tertentu. Kemampuan yang dimaksud adalah untuk mempengaruhi orang lain, khususnya bawahannya atau anggotanya. Hal ini dilakukan supaya mereka dapat bertindak dan berpikir sesuai sebuah lahan tertentu. Supaya sebuah tujuan bisa dicapai dengan mudah.
- Sutarto Wijono, arti kepemimpinan menurut Sutarto adalah sebuah rangkaian aktivitas penataan. Aktivitas tersebut berupa kemampuan seseorang dalam mempengaruhi perilaku orang lain. Hal itu dilakukan dalam situasi tertentu. Tujuannya adalah agar bersedia untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan-tujuan yang sudah ditetapkan.
- Kenneth N. Wexley dan Gary Yuki, Kepemimpinan adalah sebuah kegiatan dalam mempengaruhi orang lain. Pengaruh tersebut ditujukan supaya lebih berupaya dalam mengarahkan tenaga di dalam tugasnya, atau mengubah perilaku-perilaku mereka.
- Menurut pendapat dari Terry (2015:153) Kepemimpinan adalah hubungan yang ada didalam diri seseorang atau pemimpin, yang dapat mempengaruhi orang lain untuk bekerja secara sadar dalam hubungan tugasnya untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
- Menurut Ngalim Purwanto (2011:26), Kepemimpinan merupakan sekumpulan dari serangkaian kemampuan serta sifat-sifat kepribadian, yang termasuk didalamnya sifat kewibawaan untuk dijadikan sebagai sarana untuk meyakinkan yang dipimpin agar mereka mau melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepada mereka dengan rela, penuh semangat, serta adanya kegembiraan batin, serta merasa tidak terpaksa dalam melaksanakanya.
Berdasarkan berbagai definisi kepemimpinan dari para ahli, dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah suatu proses yang melibatkan kemampuan seseorang dalam mempengaruhi, membimbing, dan mengarahkan individu atau kelompok untuk mencapai tujuan tertentu. Kepemimpinan tidak hanya bersifat satu arah, di mana pemimpin mempengaruhi pengikutnya, tetapi juga bersifat timbal balik, di mana pengikut dapat memberikan umpan balik kepada pemimpin. Kepemimpinan juga mencakup kemampuan komunikasi, motivasi, serta pengelolaan hubungan dalam suatu organisasi atau kelompok. Selain itu, kepemimpinan tidak hanya bergantung pada posisi atau jabatan seseorang, tetapi juga pada karakter, keterampilan, dan wibawa yang dimilikinya. Dengan demikian, kepemimpinan merupakan kombinasi antara pengaruh, hubungan sosial, dan kemampuan strategis dalam mengelola sumber daya manusia untuk mencapai tujuan bersama.